Jumat, 17 Januari 2025

Materi Ajar Jum'at, 17 Januari 2025

 Hari / Tanggal                 : Jum'at / 17 Januari 2025

Kelas                                 :  2A

Mata Pelajaran                 :  P5

Aktivitas 2                        :  Makananku, Budayaku

  

Bismillah…

Assalamu’alaikum anak sholih dan sholihah. Bagaimana kabarnya pagi ini? In syaa Allah dalam keadaan sehat semua ya Nak, aamiin.

Baik, hari ini kita akan belajar Projek P5 dengan Tema Kearifan Lokal

 

Apakah anak-anak sudah siap untuk belajar?

Silahkan disimak materinya ya Nak.. ^,^


Contoh Tabel Data Makanan Kesukaan :


Contoh Grafik Gambar Makanan Kesukaan :


Kamis, 16 Januari 2025

Materi Ajar Kamis, 16 Januari 2025

 MATERI AJAR P5


Hari / Tanggal                   :  Kamis / 16 Januari 2025

Kelas                                 :  2. A

Mata Pelajaran                 :  P5

Aktivitas 2                        :  Makananku, Budayaku

  

Bismillah…

Assalamu’alaikum anak sholih dan sholihah. Bagaimana kabarnya pagi ini? In syaa Allah dalam keadaan sehat semua ya Nak, aamiin.

Baik, hari ini kita akan belajar Projek P5 dengan Tema Kearifan Lokal

 

Apakah anak-anak sudah siap untuk belajar?

Silahkan disimak materinya ya Nak.. ^,^


Contoh Tabel Data Makanan Kesukaan :


Contoh Grafik Gambar Makanan Kesukaan :


Rabu, 15 Januari 2025

Materi Ajar Rabu, 15 Januari 2025

 Hari / Tanggal                  :  Rabu / 15Januari 2025

Kelas                                 :  2.A

Mata Pelajaran                  :  Matematika

Materi                                 :  Perkalian

Media                            :  Video

CP                                       : 

Peserta didik dapat mengurutkan, menyortir, mengelompokkan, membandingkan, dan menyajikan data menggunakan turus dan piktogram paling banyak 4 kategori.

 

TP                                :  

·         Memahami pengertian dari representasi bilangan dan mengembangkan kemampuan peserta didik menggunakan bilangan. Mencoba untuk menghubungkan satu bilangan dengan bilangan yang lain. Memahami pengertian perkalian dan mampu menggunakannya.

·         Mengetahui kapan perkalian digunakan. Mengetahui kapan perkalian digunakan dan memahami pengertian perkalian dengan cara mengungkapkannya ke dalam sebuah kalimat matematika perkalian kemudian membaca kalimat matematikanya.


Bismillah…

Assalamu’alaikum anak sholih dan sholihah. Bagaimana kabarnya pagi ini? In syaa Allah dalam keadaan sehat semua ya Nak, aamiin.

·      

Perkalian Sebagai Penjumlahan Berulang

Penjumlahan berulang adalah penjumlahan kelompok yang sama, yang sama dengan perkalian . Jika angka yang tepat diulang, maka kita dapat menulis penjumlahan berulang dalam bentuk perkalian. Misalnya,


Karena perkalian adalah penjumlahan berulang, setiap penjumlahan berulang dapat ditulis dalam dua cara:



Penjumlahan berulang juga membantu dalam mempelajari fakta perkalian. Misalnya, jika Anda belum familier dengan fakta 7 × 3, Anda mungkin merasa lebih mudah mengerjakan 7 × 3 dengan menulis 3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 3 atau 7 + 7 + 7; lalu menjumlahkannya perlahan-lahan. Ini juga dapat membantu untuk angka yang lebih besar, seperti 5 × 40. Akan lebih mudah jika menulis 40 + 40 + 40 + 40 + 40 lalu menjumlahkan puluhannya. 

Contoh : Andrew membeli 3 bungkus muffin. Setiap bungkus berisi 4 muffin. Berapa banyak muffin yang dibeli Andrew?  Tiga bungkus yang masing-masing berisi 4 muffin juga dapat ditulis dalam bentuk angka sebagai 3 ✕ 4 atau 4 + 4 + 4, yang sama dengan 12. Jadi, totalnya, Andrew membeli 12 muffin.

Selasa, 14 Januari 2025

Materi Ajar Selasa, 14 Januari 2025

 Mata Pelajaran               :  Pendidikan Pancasila

Kelas                                  : 2A 

Materi                                 :  Menyebutkan identitas diri secara lengkap

CP                                       : 

Peserta didik mengidentifikasi dan menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan  kepercayaan di lingkungan rumah  dan sekolah.


TP                                :  

Melalui kegiatan menyebutkan identitas diri secara lengkap, peserta didik menunjukkan sikap beriman dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah menciptakannya sebagai cerminan nilai Pancasila dan Profil Pelajar Pancasila.


Melalui kegiatan membedakan identitas diri dan teman, peserta didik menunjukkan sikap menghargai peberdaan dan sikap toleransi di tengah keberagaman.


Materi Pokok

1. Ayo mengidentifikasi identitas

2. Ayo menemukan persamaan dan perbedaan identitas

Perhatikanlah gambar berikut! 


Yang perempuan bernama Mega dan laki-laki bernama Vino.

Mega berambut panjang.

Dan vino berambut pendek.

Ketika pergi sekolah, mega memakai rok dan Vino memakai celana pendek sampai lutut.

Negara kita memiliki enam agama resmi yang diakui.

Ada agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Setiap agama memiliki tempat beribadah yang berbeda, hari raya yang berbeda, cara beribadah yang berbeda, dan kitab suci yang berbeda.



Identitas diri itu mencakup wajah,tinggi badan, sifat, tingkah laku, dan gaya bicara.

Identitas sosial mencakup agama, suku, kelas sosial/ jabatan.

Pendidikan Seni Rupa

Menggunting dan Menempel Kolase

Kolase termasuk karya seni rupa.

Yaitu seni dua dimensi.

Kolase dibuat dengan memotong bahan.

Bahan diberi lem lalu ditempel

Bahan yang dipilih warna-warni.

Sehingga menampilkan karya seni.

Amati gambar atau video di samping ini

Video tentang membuat karya kolase

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v= crkVYkvC_dM, 






Alhamdulillah, materi hari ini cukup sampai di sini ya Nak..

Silahkan diiulas kembali di rumah bersama orangtua hebat kalian yaa… Jangan lupa ucapkan terimakasih, atas jasa orangtua kalian.

Jangan lupa shalatnya dilaksanakan di rumah ya sayang…

 

Ibu Guru akhiri, Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Senin, 13 Januari 2025

Materi Ajar Senin, 13 Januari 2025

 

Minggu, 12 Januari 

MATERI AJAR
BAHASA INDONESIA


Hari / Tanggal            :  Senin / 13 Januari 2025

Kelas                            : 2A

Mata Pelajaran          :  Bahasa Indonesia

Materi                      :  Mengenal dan Menghargai Perbedaan, Menghargai Barang Kepunyaan Orang Lain, serta Berkomunikasi dengan Baik dan Sopan.

CP                                       : 

Menyimak

·         Peserta didik mampu bersikap menjadi penyimak yang baik. Peserta didik mampu memahami pesan lisan dan informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi.

Membaca dan Memirsa

·      Peserta didik mampu bersikap menjadi pembaca dan pengamat yang baik. Peserta didik mampu memahami informasi dari bacaan dan tayangan yang dipirsa tentang diri dan lingkungan, narasi imajinatif, dan puisi anak. Peserta didik mampu menambah kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang diamati dengan bantuan ilustrasi.

Berbicara dan Mempresentasikan

·         Peserta didik mampu melafalkan teks dengan tepat, berbicara dengan santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Peserta didik mampu bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, guru, dan orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan. Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan secara lisan dengan bantuan gambar dan/atau ilustrasi. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar, serta menceritakan kembali teks narasi yang dibacakan atau dibaca dengan topik diri dan lingkungan.

Menulis    

·         Peserta didik mampu menunjukkan keterampilan menulis permulaan dengan benar (cara memegang alat tulis, jarak mata dengan buku, menebalkan garis/huruf, dll.) di atas kertas dan/atau melalui media digital. Peserta didik mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik. Peserta didik mampu menulis teks deskripsi dengan beberapa kalimat sederhana, menulis teks rekon tentang pengalaman diri, menulis kembali narasi berdasarkan teks fiksi yang dibaca atau didengar, menulis teks prosedur tentang kehidupan sehari-hari, dan menulis teks eksposisi tentang kehidupan sehari-hari.


TP                                :  

Melalui kegiatan menyebutkan identitas diri secara lengkap, peserta didik menunjukkan sikap beriman dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah menciptakannya sebagai cerminan nilai Pancasila dan Profil Pelajar Pancasila.


Melalui kegiatan membedakan identitas diri dan teman, peserta didik menunjukkan sikap menghargai peberdaan dan sikap toleransi di tengah keberagaman.





Materi Pokok

1. Ayo mengidentifikasi identitas

2. Ayo menemukan persamaan dan perbedaan identitas

Perhatikanlah gambar berikut!



Yang perempuan bernama Mega dan laki-laki bernama Vino.

Mega berambut panjang.

Dan vino berambut pendek.

Ketika pergi sekolah, mega memakai rok dan Vino memakai celana pendek sampai lutut.

Negara kita memiliki enam agama resmi yang diakui.

Ada agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Setiap agama memiliki tempat beribadah yang berbeda, hari raya yang berbeda, cara beribadah yang berbeda, dan kitab suci yang berbeda.


Identitas diri itu mencakup wajah,tinggi badan, sifat, tingkah laku, dan gaya bicara.

Identitas sosial mencakup agama, suku, kelas sosial/ jabatan.




Alhamdulillah, materi hari ini cukup sampai di sini ya Nak..


Silahkan diiulas kembali di rumah bersama orangtua hebat kalian yaa… Jangan lupa ucapkan terimakasih, atas jasa orangtua kalian.

Jangan lupa shalatnya dilaksanakan di rumah ya sayang…

 

Jumat, 10 Januari 2025

Materi Ajar Jum'at, 10 Januari 2024

 PELAJARAN      : Pendidikan Anti Korupsi

KELAS                  : 2A

MATERI                : 9 Nilai Anti Korupsi


Nilai-Nilai Anti Korupsi antara lain :

1. Peduli

2. Mandiri

3. Disiplin

4. Tanggung jawab

5. Kerja Keras

6. Sederhana

7. Berani

8. Adil

9. Jujur


Alhamdulillah... 

Selesai sudah pembelajaran hari ini yaa Nak... 

Silahkan kalian ulas-ulas kembali materi selama 1 Minggu ini bersama orangtua kalian ya sayang... 

Selamat berakhir pekan, bertemu lagi di hari Senin... ☺

Ibu guru akhiri, Wassalamu'alaikum Wr. wb. 


Kamis, 09 Januari 2025

Materi Ajar Kamis, 9 Januari 2025

 Hari / Tanggal                   :  Kamis / 9Januari 2025

Kelas                                    :  2A

Mata Pelajaran                  :  Matematika

Materi                                 :  Perkalian

Media                            : Video

CP                                       : 

Peserta didik dapat mengurutkan, menyortir, mengelompokkan, membandingkan, dan menyajikan data menggunakan turus dan piktogram paling banyak 4 kategori.

 

TP                                :  

·         Memahami pengertian dari representasi bilangan dan mengembangkan kemampuan peserta didik menggunakan bilangan. Mencoba untuk menghubungkan satu bilangan dengan bilangan yang lain. Memahami pengertian perkalian dan mampu menggunakannya.

·         Mengetahui kapan perkalian digunakan. Mengetahui kapan perkalian digunakan dan memahami pengertian perkalian dengan cara mengungkapkannya ke dalam sebuah kalimat matematika perkalian kemudian membaca kalimat matematikanya.


Bismillah…

Assalamu’alaikum anak sholih dan sholihah. Bagaimana kabarnya pagi ini? In syaa Allah dalam keadaan sehat semua ya Nak, aamiin.

·         Perkalian

Definisi Perkalian dalam Matematika

Perkalian adalah salah satu dari empat operasi hitung matematika dasar, di samping penjumlahan , pengurangan , dan pembagian . Dalam matematika, perkalian berarti penjumlahan berulang dari kelompok-kelompok yang ukurannya sama. 

 

Ada banyak cara untuk membaca persamaan yang melibatkan perkalian. 

Misalnya, 2 x 3 = 6 Dapat dibaca sebagai berikut:

·         Dua dikalikan tiga hasilnya enam.

·         Dua kali tiga adalah enam.

·         Dua angka tiga adalah enam.

 

Simbol Perkalian dilambangkan dengan tanda silang (×), tanda bintang (*), atau titik (·). Saat menulis di buku catatan, Anda kemungkinan besar akan menggunakan tanda silang. Tanda bintang dan titik digunakan dalam bahasa komputer dan aljabar (matematika tingkat tinggi). 

Misalnya:

1.    6 x 5 = 30

2.    6 * 5 = 30

3.    6 . 5 = 30

 

·         Perkalian sebagai penjumlahan berulang

Penjumlahan berulang juga dikenal sebagai perkalian. Ini karena kedua metode, meskipun berbeda, memberikan jawaban yang sama. Misalnya, jika 3 diulang empat kali, kita dapat menyelesaikannya sebagai 3 + 3 + 3 + 3 = 12 ATAU kita dapat menyelesaikannya sebagai 4 kali 3 = 4 ✕ 3 = 12

.Contoh : Ada 3 kantong kelereng. Setiap kantong berisi 10 kelereng. Banyak kelereng seluruhnya dapat ditentukan dengan cara berikut.



Jadi, banyak kelereng seluruhnya adalah 10 + 10 + 10 = 3 x 10 = 30

Perhatikan contoh bentuk perkalian bilangan lainnya berikut!

1.        4 x 7 = 7 + 7 + 7 + 7 = 28

2.       6 x 9 = 9 + 9 + 9 + 9 + 9 + 9 = 54

 

Penjumlahan berulang juga membantu dalam mempelajari fakta perkalian. Misalnya, jika Anda belum familier dengan fakta 7 × 3, Anda mungkin merasa lebih mudah mengerjakan 7 × 3 dengan menulis 3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 3 atau 7 + 7 + 7. lalu menjumlahkannya perlahan-lahan.

Ini juga dapat membantu untuk angka yang lebih besar, seperti 5 × 40. Akan lebih mudah jika menulis 40 + 40 + 40 + 40 + 40 lalu menjumlahkan puluhannya. 

Contoh lainnya:

·         Andrew membeli 3 bungkus permen. Setiap bungkus berisi 4 permen. Berapa banyak permen yang dibeli Andrew?

Jawab : Tiga bungkus yang masing-masing berisi 4 permen juga dapat ditulis dalam bentuk angka sebagai 3 ✕ 4 atau 4 + 4 + 4, yang sama dengan 12.    

Jadi, totalnya, Andrew membeli 12 permen.


Materi Ajar Selasa, 29 September 2026

  📅 Selasa, 29 September 2026 🏫 Kelas 1 Abu Bakar Ash-Shiddiq PEMBELAJARAN HARIAN SD KELAS 1 Kurikulum Merdeka • SD Al Azhar 1 Bandar Lamp...