Hari / Tanggal : Kamis / 28 November 2024
Kelas : 2. A
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Bismillah...
Untuk lebih memaksimalkan usaha kalian dalam menghadapi SAS esok pagi, silahkan anak-anak menyimak kisi-kisi berikut ya
Rangkuman Materi Bahasa Indonesia
* Jenis- jenis Perasaan
senang : puas dan lega, tanpa rasa susah dan kecewa, berbahagia, gembira
takut : merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana; tidak berani, khawatir
sedih : merasa sangat pilu dalam hati; susah hati
marah : sangat tidak senang; berang; gusar
kaget : terkejut
malu : segan melakukan sesuatu karena agak takut
bangga : besar hati karena mempunyai keunggulan
sedih : merasa sangat pilu dalam hati; susah hati
marah : sangat tidak senang; berang; gusar
kaget : terkejut
malu : segan melakukan sesuatu karena agak takut
bangga : besar hati karena mempunyai keunggulan
Tiap perasaan pasti ada penyebabnya.
Ada beberapa cara untuk menenangkan diri yaitu:
1. Menarik napas dalam-dalam
2. Bermain ayunan
3. Mendengarkan lagu
4. Bercerita dengan orang lain
5. Melukis, dsb
Penggunaan Huruf Kapital
Kalimat diawali dengan huruf kapital.
Huruf kapital juga dipakai untuk huruf pertama unsur nama.
Kalimat pernyataan diakhiri dengan tanda titik (.).
Kosakata Baru
berpisah : berjauhan
pindah : beralih ke tempat lain
mengalah : tidak mau mempertahankan haknya
memperbaiki : membetulkan kerusakan
lega : berasa senang (tenteram); tidak gelisah (khawatir) lagi
usil : suka mengusik atau membantu dekorasi : hiasan dari ruangan
Menjaga Kesehatan Mata
“Aturan 20-20-20” kepada peserta didik. Ulangi membaca jika diperlukan.
Sesudahnya, jelaskan bahwa angka tersebut didapat dari jeda 20 detik, tiap 20 menit dengan melihat sesuatu berjarak 20 kaki.
Memakan sayur dan buah2an yang kaya akan vitamin dan Berolahraga yang cukup.
Kalimat S-P-O
Kalimat yang terdiri atas Subjek Predikat dan Objek. Contoh kalimat SPO
Anisa Membeli Sepeda
S. P. O
Annisa sebagai Subjek
Membeli sebagai Predikat (Kata Kerja)
Sepeda sebagai Objek (Kata Benda)
Kata Tanya
1. Kata tanya akan selalu diikuti dengan tanda tanya (?) di akhir kalimatnya.
2. Biasanya terletak di awal sebuah kalimat tanya.
1. Apa
Kata tanya "'apa" digunakan untuk menanyakan suatu benda, hewan, dan tumbuhan.
Contoh:
Apa yang dimaksud dengan dongeng?
Apakah paus termasuk mamalia?
2. Siapa
Kata tanya "siapa" digunakan untuk untuk menanyakan Tuhan, malaikat, manusia, maupun binatang dalam dongeng.
Contoh:
Siapakah pahlawan yang berasal dari Maluku?
Siapa pemenang lomba pramuka?
Siapa penemu bola lampu?
Siapa yang menciptakan lagu Indonesia Raya?
3. Di Mana
Kata tanya "dimana" digunakan untuk menanyakan tempat atau alamat
Contoh:
Di mana rumahmu? yang lebih besar?
Di mana kamu lahir?
4. Kenapa dan Mengapa
Kata tanya "kenapa dan mengapa" digunakan untuk menanyakan suatu perbuatan, sebab atau alasan.
Contoh:
Kenapa tubuh cepat sekali lelah?
Kenapa populasi gajah Sumatra semakin berkurang?
Mengapa banjir sering sekali terjadi di Jakarta?
Mengapa meningkatkan literasi itu perlu dilakukan?
5. Bagaimana
Kata tanya "bagaimana" digunakan untuk menanyakan keadaan.
Contoh:
Bagaimana keadaan warga korban bencana erupsi Gunung Semeru?
Bagaimana cara membuat kerajinan dari bahan bekas?
Bagaimanakah upaya untuk melestarikan budaya daerah?
Bagaimana proses terjadinya fotosintesis pada tumbuhan?
6. Berapa
Kata tanya"berapa" digunakan untuk menanyakan jumlah dan bilangan.
Contoh:
Berapa harga sepatu model terbaru itu?
Berapa banyak orang yang mengikuti upacara bendera di sekolah?
Berapakah jumlah pendapatan penjual mangga setiap harinya?
Berapa lama kamu akan berlibur di Bali?
7. Kapan
Kata tanya "kapan" digunakan untuk menanyakan waktu. Kata bila, bilamana juga termasuk kata yang bisa digunakan untuk menanyakan waktu.
Contoh:
Kapan kamu pulang dari Bandung?
Kapankah negara Indonesia merdeka?
Kapan informasi itu dibagikan?
Kapan kegiatan kerja bakti di desa dilakukan?
Mengenal Cara Aman untuk Menyeberangi Jalan dan Berada Seorang Diri di Rumah, serta Berbagai Tanda Peringatan di Tempat Umum
Berikut ini adalah makna dari tanda peringatan tersebut.
- Jangan mendorong;
- Jangan membuka pintu;
- Jangan memberi makan hewan;
- Hati-hati lantai licin;
- Hati-hati ada ayunan;
- Hati-hati ombak besar;
- Jangan sentuh stop kontak;
- Hati-hati ketika melangkah;
- Hati-hati barang panas.
Memahami kalimat Imbuhan di dan Me
Imbuhan di- ditulis serangkai dengan kata dasar, sedangkan kata depan ditulis terpisah:
Imbuhan di-
Ditulis serangkai dengan kata dasar, contohnya dilantik, diproses, dicegah.
Kata depan di
Ditulis terpisah karena menunjukkan tempat atau waktu, contohnya di saat senja, di sekolah, di waktu malam
Imbuhan me- dapat berubah bentuk menjadi me-, mem-, men-, meng-, atau menge- tergantung kata dasarnya
Contoh : Aku menulis buku harian untuk menyampaikan perasaanku hari ini.
Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif
Kalimat pasif itu merupakan kalimat ubahan dari kalimat aktif. Pengubahan itu terjadi dengan pemindahan unsur objek kalimat aktif ke tempat subjek kalimat pasif.
Semangat belajar ya Nak.. Semoga Allah memaksimalkan hasil dari apa yang sudah kalian usahakan.. Aamiin...
Selamat belajar dan beribadah, In syaa Allah kita akan bertemu kembali di hari esok.
Ibu guru akhiri, Wassalamu'alaikum Wr.Wb